Logo SMA NEGERI  1 KUALA

SMA NEGERI 1 KUALA

Kabupaten Bireuen

Telepon +62 813-6120-6315
Email Resmi smanegerikuala@gmail.com

TKA SMA 2026 Tinggal Menghitung Hari, Kepala SMAN 1 Kuala Minta Perhatian Penuh Orang Tua Siswa

E
Elga Safitri
21 Oct 2026 • 18:21 WIB
Berita Utama 7 menit baca

Bireuen – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2026 yang dijadwalkan mulai 26 Oktober mendatang, Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., meminta seluruh orang tua atau wali murid kelas XII untuk memberikan perhatian penuh terhadap kesiapan anak-anak mereka.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, agar seluruh unsur pendidikan, termasuk keluarga, memperkuat sinergi dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA.

Nurul Aini mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam memastikan siswa memiliki kesiapan yang optimal, baik dari sisi akademik, kesehatan fisik, mental, maupun kedisiplinan. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, dukungan dan pengawasan keluarga di rumah diharapkan dapat membantu siswa mengikuti ujian dengan tenang dan memperoleh hasil terbaik.

“Hari ini sudah memasuki tanggal 21 Oktober, artinya waktu kita tinggal beberapa hari lagi sebelum ujian utama dimulai. Kami memohon dengan sangat atensi, kepedulian, dan kerja sama dari bapak dan ibu orang tua siswa untuk mengawal ketat persiapan anak-anak kita di rumah,” ujar Nurul Aini dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, persiapan menghadapi TKA tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran dan pendampingan yang diberikan pihak sekolah. Perhatian orang tua di rumah juga menjadi bagian penting untuk memastikan siswa tetap fokus belajar, menjaga kondisi tubuh, serta memiliki kesiapan mental dalam menghadapi ujian berbasis komputer tersebut.

Ia mengingatkan orang tua agar membantu anak mengatur waktu belajar dan istirahat secara seimbang. Siswa perlu mendapatkan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kesehatan agar dapat mengikuti ujian dalam kondisi fisik yang prima.

Selain itu, orang tua diharapkan menciptakan suasana rumah yang mendukung kegiatan belajar. Aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi untuk sementara waktu agar siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam mengulang materi pelajaran dan mengerjakan latihan soal.

Pendampingan tersebut juga perlu disertai dukungan emosional. Orang tua diminta memberikan motivasi, membangun rasa percaya diri, serta menghindari tekanan berlebihan yang dapat meningkatkan kecemasan anak menjelang ujian.

“Sinergi antara sekolah dan orang tua adalah kunci. Kami di sekolah terus mematangkan kesiapan teknis dan akademis, namun perhatian orang tua di rumah adalah penentu kesiapan mental anak. Mari bersama-sama kita hantarkan anak-anak kita meraih hasil terbaik demi masa depan mereka,” pungkasnya.


Siswa Telah Mendapatkan Bimbingan dan Simulasi TKA

Nurul Aini menjelaskan, sebelum memasuki tahapan pelaksanaan utama, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuala telah mendapatkan pembekalan melalui kegiatan bimbingan belajar terkait TKA dan simulasi ujian.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membantu siswa memahami karakteristik pelaksanaan tes, mempersiapkan diri menghadapi soal, serta membiasakan mereka dengan mekanisme ujian berbasis komputer.

Melalui bimbingan dan simulasi tersebut, siswa diharapkan dapat mengukur kesiapan masing-masing, mengenali materi yang masih perlu diperdalam, dan memperbaiki kekurangan sebelum mengikuti ujian sesungguhnya.

Meski demikian, ia menilai persiapan yang telah dilakukan di sekolah perlu diperkuat dengan kedisiplinan dan kesungguhan siswa selama beberapa hari terakhir menjelang pelaksanaan TKA.

Orang tua juga diharapkan aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah apabila terdapat kendala yang berpotensi mengganggu kesiapan anak, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.


Pelaksanaan TKA Dijadwalkan 26 Oktober hingga 8 November 2026

Sebagaimana jadwal yang disampaikan, pelaksanaan utama TKA jenjang SMA tahun 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik akan mengikuti tes pada tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan cakupan mata pelajaran tersebut, siswa diharapkan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperkuat pemahaman materi, mengulang konsep-konsep penting, dan berlatih mengerjakan soal secara teratur.

Namun, persiapan akademik tetap harus berjalan seiring dengan pemenuhan ketentuan teknis pelaksanaan ujian. Kedisiplinan waktu, kelengkapan dokumen, kepatuhan terhadap tata tertib, serta kejujuran merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap peserta.


Orang Tua Diminta Memastikan Kedisiplinan Waktu

Selain memberikan pendampingan belajar, orang tua diminta memastikan anak memahami jadwal kehadiran dan ketentuan waktu pelaksanaan ujian.

Berdasarkan ketentuan teknis yang disampaikan dalam informasi pelaksanaan TKA, peserta diwajibkan hadir di lokasi ujian 45 menit sebelum tes dimulai untuk mengikuti persiapan administrasi. Sementara itu, ruang ujian dijadwalkan dibuka 15 menit sebelum tes dimulai.

Orang tua perlu membantu anak memperhitungkan waktu perjalanan menuju sekolah atau lokasi ujian, termasuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan maupun kendala transportasi lainnya.

Persiapan perlengkapan sebaiknya dilakukan sejak malam sebelumnya agar siswa tidak terburu-buru saat berangkat. Kebiasaan datang lebih awal juga dapat membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih tenang sebelum memasuki ruang ujian.

Ketepatan waktu menjadi perhatian penting karena keterlambatan dapat mengganggu proses administrasi dan berpotensi menyebabkan peserta kehilangan kesempatan mengikuti ujian pada sesi yang telah dijadwalkan, sesuai ketentuan yang berlaku.


Kelengkapan Dokumen dan Larangan Membawa Barang Elektronik

Hal lain yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah kelengkapan dokumen persyaratan peserta. Siswa diminta memastikan kartu peserta TKA dan kartu identitas yang dipersyaratkan telah disiapkan sebelum berangkat ke lokasi ujian.

Orang tua sebaiknya memeriksa kembali perlengkapan tersebut agar tidak tertinggal. Pemeriksaan sederhana sebelum keberangkatan dapat membantu mencegah kendala administratif yang berpotensi mengganggu keikutsertaan siswa dalam ujian.

Peserta juga wajib memahami aturan mengenai barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa ke ruang ujian. Perangkat elektronik seperti telepon seluler, kalkulator, jam tangan pintar atau smartwatch, kamera, serta catatan dalam bentuk apa pun perlu diperhatikan sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia.

Barang-barang yang tidak diperkenankan berada di ruang ujian harus ditempatkan di lokasi penitipan yang telah disediakan. Karena itu, orang tua disarankan mengingatkan anak untuk membawa barang seperlunya dan tidak membawa barang berharga secara berlebihan.

Pemahaman terhadap aturan tersebut penting agar siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib, tanpa terganggu oleh persoalan perlengkapan maupun pelanggaran tata tertib.


Kejujuran Menjadi Bagian Penting dalam Pelaksanaan TKA

Nurul Aini juga mengharapkan orang tua memberikan pemahaman kepada anak mengenai pentingnya menjaga integritas selama mengikuti TKA.

Siswa harus memahami bahwa keberhasilan dalam ujian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab soal, tetapi juga dengan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Peserta dilarang melakukan kecurangan, termasuk menyontek, bekerja sama secara tidak sah dengan peserta lain, menggunakan joki, maupun mendokumentasikan soal ujian tanpa izin.

Pelanggaran terhadap tata tertib dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan resmi yang berlaku. Karena itu, orang tua perlu mengingatkan anak agar tidak mengambil jalan pintas demi memperoleh hasil tinggi.

Sekolah dan keluarga diharapkan bersama-sama menanamkan pemahaman bahwa hasil ujian yang diperoleh melalui usaha sendiri memiliki nilai penting bagi pembentukan karakter dan tanggung jawab peserta didik.

Di sisi lain, siswa juga perlu diyakinkan bahwa ujian harus dihadapi dengan tenang dan percaya diri. Dukungan keluarga hendaknya diberikan dalam bentuk motivasi dan pendampingan, bukan tekanan yang justru menambah beban pikiran anak.


Sekolah dan Keluarga Bersinergi Menyukseskan TKA

Menjelang pelaksanaan TKA 2026, SMA Negeri 1 Kuala terus mendorong kesiapan peserta didik melalui pembekalan akademik, bimbingan belajar, dan simulasi ujian. Upaya tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan dukungan orang tua dalam menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta kesiapan mental siswa.

Nurul Aini berharap seluruh orang tua atau wali murid kelas XII dapat menindaklanjuti imbauan tersebut dengan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka selama masa persiapan.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sekolah dalam menyediakan fasilitas dan pendampingan pembelajaran, tetapi juga oleh keterlibatan keluarga dalam membangun kebiasaan belajar yang baik dan menanamkan sikap bertanggung jawab.

Dengan kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan peserta didik, pelaksanaan TKA diharapkan berlangsung tertib dan lancar. Para siswa pun diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan kondisi sehat, persiapan yang matang, serta menjunjung tinggi kejujuran.

“Yang terpenting, anak-anak kita tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga sehat, disiplin, percaya diri, dan mampu menjaga integritas selama mengikuti ujian. Dukungan orang tua sangat berarti bagi mereka,” demikian harapan yang disampaikan pihak sekolah.

Menjelang hari pelaksanaan yang semakin dekat, perhatian dan kepedulian orang tua menjadi salah satu bentuk dukungan nyata bagi masa depan pendidikan anak. Dengan persiapan yang terarah dan sinergi yang baik, siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam TKA 2026.

19 DILIHAT
KATEGORI: BERITA UTAMA