Logo SMA NEGERI  1 KUALA

SMA NEGERI 1 KUALA

Kabupaten Bireuen

Telepon +62 813-6120-6315
Email Resmi smanegerikuala@gmail.com

SMA Negeri 1 Kuala Gelar Rapat Terbuka Bersama Orang Tua, Bahas Kedisiplinan hingga Pencegahan Perundungan

E
Elga Safitri
03 Oct 2026 • 15:38 WIB
Berita Utama 5 menit baca

Bireuen – SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, menggelar rapat terbuka bersama orang tua/wali murid untuk memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga dalam membangun kedisiplinan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Kuala, Sabtu (3/10/2026), dan diikuti oleh orang tua/wali murid, khususnya dari kelas X dan XII, serta Dewan Komite Sekolah.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang komunikasi terbuka antara pihak sekolah dengan orang tua dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pembinaan peserta didik, baik dari aspek kedisiplinan maupun perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Sejumlah isu penting menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, di antaranya kedisiplinan siswa, pencegahan perundungan atau bullying, pencegahan pelecehan seksual, kekerasan serta berbagai persoalan lain yang berpotensi memengaruhi keamanan, kenyamanan dan perkembangan peserta didik.

Melalui rapat tersebut, pihak sekolah berupaya menyamakan pemahaman dengan orang tua bahwa pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga secara aktif.

Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi sekaligus membimbing peserta didik.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang aman tidak dapat diwujudkan hanya melalui aturan yang dibuat sekolah. Diperlukan dukungan orang tua untuk memastikan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, saling menghargai dan perilaku positif juga diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan mengenai kedisiplinan menjadi salah satu bagian penting dalam rapat. Disiplin dipandang tidak sekadar berkaitan dengan kehadiran siswa di sekolah atau kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga mencakup sikap, tanggung jawab, etika pergaulan serta kesadaran peserta didik dalam menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.

Di sisi lain, pencegahan perundungan juga menjadi perhatian. Sekolah memandang perlu adanya pemahaman bersama mengenai bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya terhadap peserta didik.

Perundungan tidak hanya dapat terjadi dalam bentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa ucapan, penghinaan, intimidasi, pengucilan maupun tindakan lain yang dapat merugikan atau memberikan tekanan kepada peserta didik.

Karena itu, keterlibatan orang tua dinilai penting untuk mengenali perubahan perilaku anak serta membangun komunikasi yang terbuka sehingga berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Selain perundungan, rapat juga membahas pentingnya pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap peserta didik.

Pihak sekolah berupaya membangun kesadaran bersama bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan dan mendapatkan lingkungan belajar yang aman, baik secara fisik maupun psikologis.

Dalam hal ini, sekolah dan orang tua diharapkan dapat menjadi pihak yang saling mendukung dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai batasan dalam pergaulan, sikap saling menghormati serta keberanian untuk menyampaikan apabila menghadapi atau mengetahui tindakan yang tidak semestinya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi orang tua/wali murid untuk berkomunikasi secara langsung dengan pihak sekolah terkait perkembangan dan pembinaan peserta didik.

Kehadiran orang tua dari kelas X dan XII juga menunjukkan pentingnya keterlibatan keluarga pada setiap tahapan pendidikan siswa. Terlebih, peserta didik kelas X sedang berada pada fase awal memasuki jenjang pendidikan SMA, sementara siswa kelas XII tengah berada pada tahap akhir yang membutuhkan perhatian dalam menghadapi berbagai persiapan menuju pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Berbeda dari kegiatan rapat pada umumnya yang dilaksanakan di dalam ruangan, pertemuan kali ini digelar di halaman SMA Negeri 1 Kuala.

Hal tersebut dilakukan karena kapasitas aula yang tersedia di sekolah hanya mampu menampung sekitar 100 orang. Dengan jumlah peserta rapat yang lebih banyak, pihak sekolah memilih halaman sekolah sebagai tempat pelaksanaan agar seluruh orang tua/wali murid dan pihak terkait dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Meski dilaksanakan di ruang terbuka, kegiatan berlangsung sebagai forum resmi dan menjadi bagian dari upaya sekolah membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan orang tua.

Pemilihan halaman sekolah juga menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan menjadi penghalang bagi pihak sekolah untuk tetap membuka ruang komunikasi dengan orang tua/wali murid.

Melalui pertemuan tersebut, SMA Negeri 1 Kuala berharap hubungan antara sekolah dan keluarga semakin kuat. Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu sekolah dalam melakukan pembinaan sekaligus memberikan dukungan kepada orang tua dalam mendampingi anak.

Pada akhirnya, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, disiplin dan bebas dari perundungan, pelecehan seksual serta kekerasan membutuhkan komitmen bersama seluruh pihak.

Sekolah, orang tua, komite dan peserta didik memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya pendidikan yang positif.

Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, SMA Negeri 1 Kuala diharapkan dapat terus menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang disiplin, berkarakter, saling menghargai dan memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan serta kenyamanan bersama.

50 DILIHAT
KATEGORI: BERITA UTAMA