Bireuen – Siswa SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, mengikuti kegiatan sosialisasi P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologi) yang dilaksanakan di ruang aula sekolah setempat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pentingnya kesehatan jiwa, sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan dasar dalam mengenali, memahami, dan menyikapi kondisi psikologis yang dapat dialami oleh diri sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.
Sosialisasi tersebut menghadirkan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini juga berkaitan dengan rangkaian pembinaan kesehatan di lingkungan sekolah, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, materi P3LP diarahkan agar para siswa memiliki pemahaman bahwa persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai kondisi psikologis, baik berupa tekanan, kecemasan, stres, maupun persoalan emosional lainnya yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan keluarga, pertemanan, maupun proses pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini dinilai penting mengingat masa remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Pada fase tersebut, siswa menghadapi berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional maupun sosial.
Karena itu, kemampuan untuk mengenali kondisi diri dan mengetahui langkah awal ketika menghadapi persoalan psikologis menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kesehatan jiwa di kalangan pelajar.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang melibatkan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen tersebut.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan akademik, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Melalui kegiatan sosialisasi seperti P3LP, siswa diharapkan tidak lagi menganggap persoalan psikologis sebagai sesuatu yang harus dihadapi seorang diri. Sebaliknya, siswa didorong untuk berani mengenali kondisi yang dialami dan mencari bantuan dari pihak yang tepat apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan.
Selain sosialisasi P3LP, kegiatan di SMA Negeri 1 Kuala tersebut juga didukung dengan pendampingan skrining kesehatan jiwa bagi masyarakat dan lingkungan fasilitas pendidikan.
Untuk kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen menugaskan Ramli, SKM, MKM, Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya; Nurhasnah, AMK, Pengolah Data dan Informasi; serta Ediar Saputra, SKM, Penelaah Teknis Kebijakan.
Pendampingan skrining kesehatan jiwa tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan. Dengan adanya skrining, kondisi yang membutuhkan perhatian dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Sementara itu, dalam rangka pembinaan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan dan sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen juga menugaskan tim yang terdiri atas Ns. Sarah Hurriah, S.Kep, Penelaah Teknis Kebijakan; Eli Sumarni, A.Md.Keb, Bidan Terampil; dan Siti Nadia Reihan, Penata Layanan Operasi.
Pembinaan tersebut turut menjadi bagian dari perhatian terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada siswa dan seluruh warga sekolah dari paparan asap rokok serta membangun kesadaran mengenai pentingnya perilaku hidup sehat.
Dengan demikian, kehadiran tim Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen di SMA Negeri 1 Kuala tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan jiwa, tetapi juga memperkuat upaya pembinaan kesehatan sekolah melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.
Kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan instansi kesehatan dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan fisik maupun mental peserta didik.
Para siswa juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghargai, tidak melakukan perundungan, membangun komunikasi yang sehat, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi masalah.
Melalui kegiatan P3LP dan pendampingan skrining kesehatan jiwa, SMA Negeri 1 Kuala diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara sehat, aman, dan positif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pendidikan. Dukungan sekolah, keluarga, teman sebaya dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam membantu peserta didik melewati berbagai tantangan pada masa remaja.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan tersebut terus mendorong agar lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu ruang yang mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, termasuk kesehatan jiwa dan penerapan pola hidup sehat.
Dengan adanya kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan SMA Negeri 1 Kuala, diharapkan edukasi kesehatan kepada generasi muda dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri maupun lingkungan di sekitarnya.