Elga Safitri
31 May 2026 • 01:42 WIB
Dua siswa melakukan penelitian sederhana tentang hidrolisis garam di Pantai Ujong Blang, Kabupaten Bireuen, untuk memahami reaksi garam dengan air. Hidrolisis garam merupakan reaksi antara ion-ion penyusun garam dengan air yang dapat menghasilkan larutan bersifat asam, basa, atau netral. Dalam kegiatan ini, mereka menggunakan beberapa jenis garam untuk mengamati perubahan sifat larutan setelah dilarutkan dalam air.
Pada percobaan pertama, garam NH₄Cl (amonium klorida) dicampurkan ke dalam air. Hasilnya, ion NH₄⁺ bereaksi dengan air membentuk NH₃ dan H₃O⁺ sehingga larutan menjadi bersifat asam. Selanjutnya, mereka menguji garam CH₃COONa (natrium asetat). Ion CH₃COO⁻ bereaksi dengan air menghasilkan CH₃COOH dan OH⁻, yang menyebabkan larutan bersifat basa. Sementara itu, garam NaCl yang terdapat dalam air laut tidak mengalami hidrolisis sehingga larutannya tetap bersifat netral.
Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak semua garam memiliki sifat yang sama ketika dilarutkan dalam air. Ada garam yang menghasilkan larutan asam, ada yang bersifat basa, dan ada pula yang tetap netral. Percobaan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai konsep hidrolisis garam sekaligus menunjukkan penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada lingkungan pesisir seperti Pantai Ujong Blang Bireuen.
Karya: Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd, M.A.P