Bireuen – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2026, SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, menggelar kegiatan persiapan akhir berupa arahan dan bimbingan bagi siswa kelas XII, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah setempat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., dan diikuti oleh 127 siswa peserta TKA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memastikan para siswa memiliki kesiapan yang baik sebelum mengikuti tes yang dijadwalkan mulai Senin, 26 Oktober 2026.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa arahan dan bimbingan akhir tersebut dilaksanakan untuk memberikan penguatan kepada siswa kelas XII, sekaligus mengingatkan mereka agar memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya sebelum menghadapi TKA.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya persiapan yang terarah, menjaga kedisiplinan, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi ujian. Selain penguasaan materi pelajaran, kesiapan mental dan kondisi fisik juga menjadi perhatian agar siswa dapat mengikuti tes secara optimal.
Keterlibatan langsung kepala sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan pihak sekolah kepada peserta didik. Dengan adanya arahan dan motivasi menjelang pelaksanaan ujian, siswa diharapkan lebih siap menghadapi tahapan evaluasi akademik tersebut.
Sebelumnya, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuala telah mendapatkan pembekalan melalui kegiatan bimbingan belajar terkait TKA dan simulasi ujian. Rangkaian kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya membantu siswa memahami mekanisme pelaksanaan tes sekaligus memberikan gambaran mengenai bentuk dan karakteristik soal yang akan dihadapi.
Melalui bimbingan belajar, siswa memperoleh kesempatan untuk kembali mempelajari materi, memperkuat pemahaman terhadap konsep-konsep penting, serta mengidentifikasi bagian pelajaran yang masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, simulasi ujian memberikan pengalaman kepada peserta untuk membiasakan diri dengan suasana tes dan melatih kemampuan mengatur waktu dalam menjawab soal.
Dengan adanya pembekalan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya mengandalkan persiapan menjelang hari pelaksanaan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan belajar yang teratur dan terukur.
Kegiatan arahan dan bimbingan akhir pada Sabtu tersebut sekaligus menjadi momentum bagi sekolah untuk mengingatkan kembali seluruh peserta agar tetap fokus, menjaga ketenangan, dan mengikuti setiap tahapan pelaksanaan TKA sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Sekolah Imbau Orang Tua Tingkatkan Pendampingan
Selain mempersiapkan siswa melalui kegiatan di sekolah, Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., juga mengimbau seluruh orang tua dan wali murid kelas XII agar meningkatkan perhatian serta pendampingan terhadap anak-anak mereka selama masa persiapan TKA.
Menurutnya, kesiapan siswa dalam menghadapi ujian tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Perhatian dan motivasi dari orang tua dinilai penting untuk membantu siswa menjaga semangat belajar, mengatur waktu, serta mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan moral, mengingatkan anak untuk belajar secara teratur, serta menciptakan suasana rumah yang nyaman dan kondusif. Di samping itu, kebutuhan istirahat, asupan makanan, dan kondisi kesehatan siswa juga perlu mendapat perhatian agar mereka tetap berada dalam keadaan prima menjelang pelaksanaan tes.
Pendampingan keluarga menjadi semakin penting ketika waktu persiapan semakin terbatas. Dalam situasi tersebut, siswa membutuhkan dukungan yang seimbang agar tetap fokus belajar tanpa merasa terbebani oleh tuntutan yang berlebihan.
Orang tua juga diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan anak, sehingga kendala yang dihadapi selama masa persiapan dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama. Dukungan sederhana, seperti memberikan semangat dan menghargai usaha anak, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang mendorong keterlibatan seluruh elemen pendidikan dalam menyukseskan pelaksanaan TKA.
Keterlibatan sekolah, keluarga, dan siswa menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kesiapan peserta didik. Karena itu, upaya menyukseskan TKA diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif orang tua dan wali murid.
Melalui kerja sama tersebut, para siswa diharapkan dapat menjalani persiapan dengan lebih terarah, memiliki motivasi yang kuat, serta mampu menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri.
TKA 2026 Mencakup Tiga Mata Pelajaran Wajib dan Dua Mata Pelajaran Pilihan
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, pelaksanaan utama TKA jenjang SMA tahun 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti tes tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan sebelumnya.
Cakupan mata pelajaran tersebut menuntut siswa untuk melakukan persiapan secara menyeluruh. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda sehingga diperlukan strategi yang tepat agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa perlu memperkuat kemampuan memahami bacaan, menganalisis informasi, serta menarik kesimpulan secara tepat. Kemampuan memahami konteks dan mengolah informasi menjadi bagian penting dalam menghadapi soal-soal yang menguji pemahaman.
Sementara itu, Matematika membutuhkan pemahaman konsep, kemampuan penalaran, ketelitian, serta keterampilan dalam menyelesaikan persoalan. Siswa diharapkan tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami cara menerapkan konsep matematika untuk menjawab berbagai permasalahan.
Adapun Bahasa Inggris menuntut kemampuan memahami teks, mengenali kosakata, serta menangkap informasi dan makna dalam konteks bahasa yang digunakan. Latihan secara konsisten dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman dan membiasakan diri menghadapi berbagai bentuk soal.
Selain ketiga mata pelajaran wajib tersebut, siswa juga perlu memberikan perhatian terhadap dua mata pelajaran pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya. Persiapan yang terencana diharapkan membantu peserta menghadapi setiap bagian tes sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
Karena itu, siswa perlu mengatur waktu belajar secara proporsional, dengan mempertimbangkan tingkat penguasaan materi pada setiap mata pelajaran. Mengulang materi penting, mengerjakan latihan soal, mengevaluasi hasil latihan, serta memperbaiki bagian yang belum dikuasai dapat menjadi langkah yang bermanfaat dalam memantapkan persiapan.
Penggunaan waktu secara efektif juga perlu diimbangi dengan kebiasaan belajar yang sehat. Siswa tidak dianjurkan memaksakan diri belajar secara berlebihan hingga mengabaikan waktu istirahat, karena kondisi fisik dan mental yang baik turut mendukung konsentrasi selama ujian.
Sekolah Harapkan Seluruh Siswa Mengikuti TKA dengan Optimal
Melalui rangkaian pembekalan, simulasi, serta arahan dan bimbingan akhir yang telah dilaksanakan, SMA Negeri 1 Kuala berharap seluruh siswa kelas XII dapat menghadapi TKA 2026 dengan kesiapan yang lebih baik.
Sebanyak 127 siswa peserta TKA diharapkan mampu mengikuti setiap tahapan ujian dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Mereka juga diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sesuai dengan hasil belajar dan persiapan yang telah dilakukan selama ini.
Pihak sekolah turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama masa persiapan. Siswa diharapkan mengatur jadwal belajar dengan baik, menjaga pola istirahat, mengonsumsi makanan yang cukup, serta menghindari kebiasaan belajar hingga larut malam yang berpotensi mengganggu konsentrasi.
Selain kesiapan akademik, peserta juga perlu memastikan seluruh kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan tes telah dipersiapkan sesuai ketentuan. Memperhatikan informasi dari sekolah, memahami jadwal pelaksanaan, dan mengikuti arahan yang diberikan merupakan bagian dari kedisiplinan yang perlu dijaga oleh setiap peserta.
Dalam menghadapi ujian, siswa juga diharapkan tidak mudah merasa cemas atau kehilangan kepercayaan diri. Persiapan yang telah dilakukan melalui pembelajaran, bimbingan belajar, dan simulasi hendaknya menjadi bekal untuk menghadapi tes secara lebih tenang dan terukur.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., berharap para siswa dapat memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, mempertahankan semangat belajar, serta tetap menjaga kesehatan hingga seluruh rangkaian tes selesai dilaksanakan.
Dengan dukungan sekolah, pendampingan orang tua, dan kesungguhan siswa dalam mempersiapkan diri, pelaksanaan TKA diharapkan dapat berlangsung lancar dan memberikan pengalaman evaluasi akademik yang baik bagi seluruh peserta.
Kegiatan arahan dan bimbingan akhir yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah pada Sabtu tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen SMA Negeri 1 Kuala dalam mendampingi peserta didik menghadapi TKA 2026.
Melalui persiapan yang terencana dan kerja sama seluruh pihak, sekolah berharap 127 siswa kelas XII dapat mengikuti TKA dengan percaya diri, menunjukkan kemampuan terbaik, serta memperoleh hasil yang sesuai dengan usaha dan persiapan yang telah mereka lakukan.