Elga Safitri
31 May 2026 • 01:46 WIB
Sekelompok siswa SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, memanfaatkan waktu belajar di sebuah kafe untuk memahami materi kimia tentang larutan, koloid, dan suspensi. Dengan suasana santai sambil menikmati berbagai minuman, mereka mencoba menghubungkan konsep-konsep kimia dengan contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Cara belajar ini membuat materi yang awalnya dianggap sulit menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
Dalam diskusi tersebut, teh manis digunakan sebagai contoh larutan karena campurannya homogen, jernih, dan tidak meninggalkan endapan. Milkshake dijadikan contoh koloid karena partikel-partikelnya lebih besar daripada larutan sehingga tampak keruh, tetapi tetap stabil dan tidak mudah mengendap. Sementara itu, kopi hitam yang masih mengandung ampas dijelaskan sebagai suspensi karena partikel-partikelnya dapat mengendap jika didiamkan dan dapat dipisahkan melalui penyaringan.
Melalui pengamatan sederhana terhadap minuman yang mereka konsumsi, para siswa berhasil memahami perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya dipelajari di ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan pendekatan kontekstual seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan pengalaman peserta didik.
Karya: Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd, M.A.P