Bireuen — SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos untuk masa bakti 2026/2027, Selasa (29/9/2026).
Pemilihan tahun ini berlangsung dengan menerapkan sistem electronic voting (e-voting). Penggunaan sistem pemungutan suara berbasis digital tersebut menjadi salah satu upaya SMA Negeri 1 Kuala dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada warga sekolah.
Sebanyak 610 pemilih yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan (TU), dan seluruh siswa SMA Negeri 1 Kuala terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilos tersebut.
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bidang Kesiswaan, Khairuddin, S.Pd., didampingi Pembina OSIS, Azizah, S.Pd., mengatakan pelaksanaan pilketos menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar memilih figur yang akan memimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar menggunakan hak suara, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, serta menghargai proses demokrasi.
Dalam Pilketos tahun ini, terdapat tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang bersaing memperebutkan kepercayaan warga sekolah.
Ketiga pasangan tersebut yakni pasangan nomor urut 1 Kam Indra Yusravani dan Ziauzzahra, pasangan nomor urut 2 Noufal Aulia dan Uswatun Nisa, serta pasangan nomor urut 3 Ahmad Syakir dan Izza Muzayyanaa.
Ketiga pasangan calon sebelumnya telah mengikuti tahapan kampanye yang dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026). Kampanye berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Kuala dan diikuti para siswa serta dewan guru.
Melalui tahapan kampanye tersebut, masing-masing pasangan calon memperoleh kesempatan menyampaikan gagasan, visi dan misi serta program yang akan mereka jalankan apabila dipercaya memimpin OSIS untuk masa bakti 2026/2027.
Gunakan Sistem E-Voting
Berbeda dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS pada umumnya yang menggunakan surat suara secara konvensional, Pemilos SMA Negeri 1 Kuala tahun ini dilaksanakan menggunakan sistem e-voting.
Dalam mekanisme tersebut, panitia telah menyiapkan kartu pemilih yang di dalamnya terdapat password untuk login ke aplikasi e-voting.
Sebanyak 610 kartu pemilih disiapkan sesuai dengan jumlah pemilih yang terdaftar.
Selain kartu pemilih, panitia juga menyiapkan enam bilik suara yang dilengkapi Chromebook sebagai perangkat untuk melakukan pemungutan suara secara elektronik.
Sistem tersebut memungkinkan setiap pemilih memberikan suara secara langsung dan rahasia terhadap salah satu dari tiga pasangan calon yang tersedia pada aplikasi.
Setelah dipanggil oleh petugas berdasarkan nomor urut daftar hadir, pemilih mengambil kartu yang telah disediakan panitia. Kartu tersebut berisi password yang digunakan untuk mengakses aplikasi e-voting.
Selanjutnya, pemilih menuju bilik suara dan melakukan login menggunakan password yang diterima.
Di dalam bilik suara, pemilih menentukan salah satu pasangan calon sesuai dengan pilihan masing-masing.
Proses tersebut dilakukan secara rahasia sehingga pilihan setiap pemilih tetap menjadi hak pribadi masing-masing.
Setelah menggunakan hak pilih, pemilih kemudian mengikuti ketentuan panitia yang telah ditetapkan dalam tata tertib pemungutan suara.
Untuk memastikan tidak terjadi pemungutan suara ganda, panitia juga menerapkan pemberian tinta atau pewarna pada jari telunjuk pemilih sebagai salah satu tanda bahwa pemilih telah menggunakan hak suaranya.
Seluruh Warga Sekolah Memiliki Hak Pilih
Dalam tata tertib Pemilos SMA Negeri 1 Kuala, pemilih ditetapkan berasal dari seluruh warga sekolah, meliputi guru, tenaga kependidikan dan siswa.
Pemilih dipanggil secara bergiliran oleh petugas berdasarkan nomor urut daftar hadir.
Sementara bagi panitia pemilihan, hak suara diberikan setelah seluruh pemilih lainnya selesai menggunakan hak pilihnya.
Panitia juga menegaskan bahwa pemilih yang tidak hadir dalam kegiatan pemilihan tidak dapat digantikan oleh orang lain.
Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga proses pemilihan tetap berlangsung secara tertib dan sesuai dengan prinsip setiap orang memiliki satu hak suara.
Ketua Panitia Pemilihan, Muhammad Sultan Bulkhain, bersama jajaran panitia sebelumnya juga memastikan kesiapan tempat pemungutan suara dan perangkat yang digunakan sebelum proses pemungutan suara dimulai.
Enam bilik suara yang dilengkapi Chromebook disiapkan untuk memperlancar proses pemilihan sehingga warga sekolah dapat menggunakan hak suaranya secara bergantian.
Suara Terbanyak Tentukan Pemenang
Sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia, pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak akan ditetapkan sebagai pasangan terpilih dalam Pemilos SMA Negeri 1 Kuala masa bakti 2026/2027.
Perhitungan atau rekapitulasi suara dilakukan setelah seluruh pemilih selesai memberikan hak suaranya.
Mekanisme tersebut juga telah mengantisipasi apabila terjadi perolehan suara yang sama pada peringkat tertinggi.
Apabila terdapat dua atau lebih pasangan calon yang memperoleh jumlah suara sama dan berada pada peringkat tertinggi, maka akan dilakukan pemilihan ulang khusus terhadap pasangan calon yang memperoleh suara sama tersebut.
Jika setelah satu kali pemilihan ulang masih diperoleh jumlah suara yang sama, maka penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dan mufakat.
Sementara hasil rekapitulasi pemungutan suara nantinya ditandatangani oleh Ketua MPK Sementara, Ketua Panitia Pemilihan dan para saksi.
Ketentuan tersebut dibuat untuk menjaga proses pemilihan berlangsung secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ajarkan Demokrasi Sejak di Bangku Sekolah
Pelaksanaan Pemilos di SMA Negeri 1 Kuala tidak hanya menjadi agenda tahunan organisasi siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi bagi peserta didik.
Melalui Pilketos, siswa diperkenalkan secara langsung mengenai bagaimana proses pemilihan pemimpin dilakukan, mulai dari mengenal kandidat, mengikuti kampanye, menentukan pilihan hingga menerima hasil pemilihan.
Penggunaan e-voting juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa dalam mengenal pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi.
Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan masing-masing tanpa adanya tekanan dari pihak lain.
Pesan “Pilihan Anda Menentukan Masa Depan SMANSAKU” yang diusung dalam pelaksanaan Pemilos tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap suara memiliki arti dalam menentukan arah organisasi siswa ke depan.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., turut mendukung pelaksanaan Pemilos sebagai bagian dari proses pembinaan kesiswaan di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah diharapkan dapat melahirkan pemimpin OSIS yang mampu menjalankan amanah, bertanggung jawab, memiliki kemampuan berorganisasi serta mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya.
Pemilos juga diharapkan dapat membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan sekolah dengan mengedepankan kejujuran, sportivitas, kebersamaan dan penghargaan terhadap perbedaan pilihan.
Dengan penerapan sistem e-voting dan keterlibatan seluruh warga sekolah, Pemilos SMA Negeri 1 Kuala masa bakti 2026/2027 menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami pentingnya kepemimpinan, partisipasi dan tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Hasil dari pemilihan tersebut nantinya akan menentukan pasangan yang dipercaya memimpin OSIS SMA Negeri 1 Kuala selama satu periode kepengurusan ke depan.